Pengalaman Interview Korean Air (part 1)

Bukan baru pertama kali aku ikutan interview Korean Air (KE). Sebelumnya di bulan Maret 2010, aku pernah ikutan interview dengan maskapai terbesar di Korea Selatan ini. Jadi begitu melamar via online dan dapat panggilan lagi perasaanku senang sekaligus penasaran. Bakalan kayak apa nih interview kali ini.

Ini adalah interview kedua kalinya dengan KE. Tapi kalau ditotal dengan pengalaman interview airlines lainnya, hari ini adalah interview ke-tujuh untuk jadi pramugari. Gimana ceritanya? Oke simak cerita berikut ini ya… (*warning: kalo bosen, langsung skip aja halaman ini).

Jam 10.50 wib : Turun di Halte Busway Karet dan segera menelusuri jembatan kecil yang cukup panjang menuju ke arah Mayapada Tower tempat kantor Korean Air berada. Begitu sampai di lobby gedung itu, langsung disambut sama security man yang senyum sambil bilang “Mau interview Korean Air ya?”, dan aku jawab, “Iya, Mas. Langsung masuk aja kan?”

“Iya Mba, lantai 9 ya. Semoga sukses,” kata Mas penjaga keamanan itu.

Setelah itu aku menukarkan KTP dengan visitor’s card sebelum akhirnya menekan tombol lift untuk naik ke lantai 9. Di lift kenalan dengan sesama kandidat yang ngelamar KE, namanya Jessica. Dia dateng sama mamanya. Jessica baru pertama kali ikutan KE dan kelihatan gugup karena beberapa kali menghela nafas. Tapi menurutku, setiap orang yang dateng interview bareng orang tua pasti akan gugup kayak Jessica. Karena pressure yang kita bayangkan, “Bagaimana kalau aku ga lolos? Mamaku pasti sedih” atau “Aku ga boleh gagal di depan mamaku,” dan berbagai pikiran sejenis lainnya.

Saking gugupnya, Jessica dan aku bahkan sampai lupa kalau lift sudah beranjak ke lantai 10 padahal kami seharusnya turun di lantai 9 hehehe. Akhirnya kami turun satu lantai lagi. Belum selesai ngobrol dengan Jessica dan mamanya, pintu lift sudah terbuka lagi dan sejumlah kandidat berpakaian hitam-putih melongok ke dalam lift kalau-kalau ada ruang kosong.

Ternyata mereka kandidat yang sudah selesai wawancara dengan rekruter KE. Dan salah satunya manggil namaku dengan jelas, “Intan!”

Eh, siapa itu? Ternyata itu Vira, salah satu pembaca blog Forum Pramugari ini. Wah senang banget rasanya bisa ketemuan setelah sebelumnya ngobrol via email, facebook dan sms. Hehehe akhirnya aku memutuskan untuk membiarkan Jessica interview duluan karena toh jadwal interviewku jam 11.50, masih satu jam lagi. Aku dan Vira ke kamar mandi dan ngobrol-ngobrol soal banyak hal. Seru juga hehehe. Apa obrolannya? Ups, rahasia. Biar Vira, aku dan dinding kamar mandi di lantai 9 Mayapada Tower aja yang tau..šŸ™‚

Setelah selesai ngobrol, aku dan Vira turun ke lantai bawah untuk ketemu dan ngobrol dengan sesama kandidat. Tapi mereka sudah selesai interview dan mau kembali pulang ke tujuan masing-masing. Akhirnya aku pun kembali ke lantai 9 dan menuju Korean Air. Kulirik jam di tangan, 11.10 wib, masih ada banyak waktu sebelum interview.

11.15 wib: Begitu naik ke lantai 9 untuk kedua kalinya, Jessica ternyata udah selesai diinterview dengan beberapa kandidat lainnya. Wajahnya nggak keruan, campuran antara lega dan setengah nggak puas. Kami cuma sempat bertukar sapa sebentar sebelum akhirnya aku bergegas masuk ke dalam KE office untuk diinterview.

11.20 wib: Dua orang pramugari KE menyambut dan memintaku untuk menandatangani daftar hadir, mengambil name tag dan setelah itu mengukur tinggi dan berat badanku. Pramugari bernama I. Sani mengukur tinggi dan berat badanku, sementara pramugari bernama Ervina memeriksa berkas-berkas yang aku bawa.

Sebelumnya, aku sempat mendengar dari beberapa kandidat yang aku temui kalau Miss Ervina ini galak. Tapi pas ketemu langsung ternyata dia ramah kok. Hmm, aneh apa aku salah denger ya? Tapi mungkin juga kandidat yang lain salah tangkap karena kalau kuperhatikan Miss Ervina ini kayaknya lagi flu. Lagipula sekarang sudah mendekati jam makan siang, mungkin dia dan KE officer lainnya mulai kelaparan sementara kandidat terus berdatangan lebih awal daripada jadwal wawancara.

One thing which is quite funny to me, tinggi badanku 159,5cm. Sama persis dengan tinggi badan waktu ngukur di KE setahun yang lalu. Padahal sebelumnya waktu interview di SQ (Desember 2010) tinggiku 160 dan interview di Garuda (Maret 2011) tinggiku 161 cm. Hmm, something wrong or I have transformed into an old lady with osteoporosis?

Dari ukuran tinggi ini, aku menangkap sinyal nggak enak. Karena di websitenya KE mematok tinggi minimal 162 cm. Tapi nggak mungkin juga dong udah jauh-jauh dateng ke sini malah pulang hanya karena tinggi nggak sesuai dengan persyaratan. Jadi aku pun duduk di tempat yang disediakan dan menunggu giliran.

Silence annoyed the three of us.

Miss Ervina mulai menggambar kartun pramugari KE dan menulis pengumuman berbunyi (kira-kira) begini,

“Successful applicants will be contacted to have 2nd interview this month. If you don’t get any call, please don’t phone us. Thank you and gudluck”

Mungkin karena keheningan itu nggak enak, Miss Ervina menawarkan majalah Korean Air untuk dibaca. Walaupun nggak ngerti isinya apa, ya aku bolak-balik juga deh isi majalah itu hehehe. Nggak lama kemudian berdatangan banyak kandidat lainnya.

Mereka diukur tinggi dan berat badannya. Ada yang tingginya 162,5cm ada juga yang cuma 156cm. Ada yang baru lulus, ada juga yang udah bekerja sebelumnya. Ada yang rambutnya digerai begitu aja, ada juga yang memakai high heels warna merah. Wow, beragam kandidat. Tapi karena mereka jadwal interviewnya lebih awal, aku pun kembali menunggu dan melihat mereka masuk ruang interview lebih dulu. Empat orang sekaligus.

Kira-kira 20 menit kemudian, interview selesai. Keempat kandidat yang diinterview lebih dulu itu keluar dengan wajah campur aduk. Ada yang kelihatan sedih, ada yang kelihatan bingung. Ada juga yang tatapannya kosong. Hanya satu yang lumayan bersinar percaya diri.

Mereka mengembalikan name tag yang semula diberikan Miss Ervina dan berpamitan pulang.

11.40 wib: Seorang pramugari senior berjaket biru bertanya ke Miss Ervina dan Miss Sani. Berapa orang lagi yang mau diwawancara sebelum makan siang? Dia melihat ke arahku dan satu orang kandidat yang baru datang. Cuma berdua.

Setelah kandidat yang baru datang ini (namanya Astri) diukur tinggi dan berat badannya, kami pun diminta untuk memasuki ruang interview. Inilah saatnya. This is it.

[To be continued]

Tagged: ,

2 thoughts on “Pengalaman Interview Korean Air (part 1)

  1. von April 12, 2011 at 9:43 AM Reply

    keren…….

  2. ca October 5, 2016 at 12:19 AM Reply

    kalo boleh tau info lowongan pramugaru korean air dimana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: