[Part 2] Cabin Crew’s Story: Proud of Being Part of AirAsia Allstars

Ririn at Petaling Street, Kuala Lumpur

Mba Mira dan Capt. Pujiono kompak berkata “Oh my Godness, it’s frightening, It’s quite touchy..”

Setelah beberapa menit berbincang, mereka melihat-lihat berkas yang saya berikan yaitu, CV, sertifikat, dan segala dokumen persyaratan lainnya yang saya masukkan dalam sebuah amplop coklat. Ini membuat saya semakin mencintai perusahaan ini karena mereka terlihat menghargai apa yang telah saya susun dan buat. Mereka juga menilai dari segi prestasi dan banyak hal lainnya yang membuat saya membandingkan dengan perusahaan negeri yang sudah berkali-kali saya lamar. Kebanyakan perusahaan negeri hanya menumpuk puluhan bahkan mungkin ratusan CV para pelamar dan beberapa di antaranya terkadang tak dilirik sedikitpun.

“So you were chosen as a tourism ambassador for so many times? How great you are, girl!” ujar rekruter pada waktu itu. Saya hanya tersenyum dan berkata “Yes, I am”. Dia membalas senyum saya dan kemudian bertanya, “You worked at Garuda Shield United Nations Event? Could you tell me about that?”

Saya menjawab, “I worked there as a receptionist, I counted how many guests come to the cafetaria and greeted them with my best smile. There were a lot of soldiers from many countries like Thailand, Philippines, Brunei Darussalam, Nepal, Bangladesh, US, and so on..”

Mba Mira dan Capt. Pujiono tersenyum dan menanyakan satu hal lagi. Kali ini tentang hobi.

“So what’s your hobby, by the way ?”

“I like writting, I like reading, and I also love daydreaming..”

Mereka tersenyum dan mengernyitkan dahi “Daydreaming? Why do you like daydreaming? It’s funny..”
“Because of daydreaming I can stand here in front of you now”

Ririn with fellow cabin crews

Mereka tersenyum dan membiarkan saya keluar. Saya pun menunggu hasil pengumuman. Setiap 10 orang selesai diwawancarai di ruangan itu, 10 orang lainnya dipanggil untuk menjalani proses yang sama. Menurut saya ini bagus karena mengurangi sedikit ketegangan. Setidaknya saya dan para pelamar lainnya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk tahu siapa saja yang lolos atau tidak ke tahap berikutnya.

Satu jam berlalu.. Kadet nomer 10 muncul dari balik pintu ruangan itu, dan seketika itu juga jantung saya mulai bertabuh-tabuh tak karuan. Mba Made kembali memanggil kami,

“Candidates number 1 to number 10 please come..”

Saya kembali memasuki ruangan tadi, masih melihat Mba Mira dan Capt. Pujiono. Kami bersepuluh berdiri dengan hati berdebar keras karena harap-harap cemas mendengar hasil pengumuman, Mba Made berdiri didepan kami sambil menenteng amplop-amplop coklat..

“For those I call, please stand right beside me… Number 1… Number 2… Number 7… Number 9… Number 3…”

Saya berdiri disamping Mba Made dan melihat mereka yang namanya tidak disebut. Mereka terlihat cantik, putih, rambutnya indah, kulitnya terurus, kostum yang dikenakan serasi dengan sepatunya. Saat itu juga saya langsung tahu bahwa saya gagal. Saya berpikir bahwa orang yang Mba Made sebutkan adalah kandidat yang harus pulang.

Saya pun menunduk dan bersiap diri untuk pulang. Saya sudah biasa ditolak. begitu pikir saya saat itu. Lagipula “What do I expect? Saya kan niatnya cuma iseng, niat saya yang utama kan melamar ke perusahaan di mana tante saya bernaung?” Pikiran saya pun sibuk beradu argumen kala itu.

Ririn is proud to be part of AirAsia Allstars

“Girls, congratulations you can proceed to the next section of the test,” ujar Mba Made sambil melirik kearah kami.

HAH? Am I dreaming? Saya LOLOS? Apakah saya sedang bermimpi? Apakah saya sedang melamun? Atau saya salah dengar?

“YES. You guys just have to wait until 3 PM. You can rest wherever you want, but you have to come back again soon.”

Saya LOLOS ! Ya, saya LOLOS tahap awal seleksi. Tahap itu disebut tahap performance, setiap kandidat dilihat secara seksama dari struktur tubuh, bahasa tubuh, attitude, gaya senyum, postur tubuh, gaya bicara, cara penyelesaian masalah secara singkat padat dan jelas, dan juga cara berjalan.

Saya tak pernah menyangka semua hal yang ada dalam diri saya memenuhi standar AirAsia.
Saya pun bergegas menemui mamah yang setia menunggu di lobby hotel.

Dari lorong mamah terlihat khawatir dan cemas, sementara saya melenggang dengan santai dan tersenyum.. Saya memeluk mamah dan berkata, “Mah… Ririn lolos… Jam 3 sore balik lagi kesini, kita sholat dulu yuk..” Mamah tak kuasa menahan tangis harunya. Dia langsung memeluk saya erat-erat, tanpa berkata apapun.

 ~ to be continued ~

FP’s Note: Are you a flight attendant? Have so many inspiring stories? Why don’t you share them with the wannabes here? Send your story and photos to forumpramugari@gmail.com with subject: Cabin Crew’s Story. Thank you for sharing🙂

Tagged: , , , ,

13 thoughts on “[Part 2] Cabin Crew’s Story: Proud of Being Part of AirAsia Allstars

  1. dWi (@Ki_seKi) May 22, 2012 at 10:29 AM Reply

    ~ to be continued ~

    exciting!!

  2. safiradwijayantidenso May 22, 2012 at 10:31 AM Reply

    keren,, “because of daydreaming i can stand in front of you now” kata2 ni kayany sederhana bgt tp pnuh makna yg berarti :’) salut deh

  3. Budil ☺ (@Dwipuma) May 22, 2012 at 1:46 PM Reply

    thanks udh d muat Cabin Crew’s Stroy yang ini …. can’t wait for next story ….😀

  4. sellysugandi May 22, 2012 at 2:46 PM Reply

    bersyukurlah anda mba ririn ..
    keep spirit yaa!!!

  5. veny May 22, 2012 at 7:02 PM Reply

    terlalu lebay

    I think only good English , good attitude , and hospitality passion + LUCKY
    Can make you to be cabin crew , not to make a not make sense word.
    Event though not all Air Asia crew good command in English.

    LUCKY LUCKY LUCKY

  6. Ratna May 22, 2012 at 7:19 PM Reply

    you are great mbak
    your story makes raise my spirit

  7. NILUH May 26, 2012 at 10:23 AM Reply

    wow,, really great… mbak ririn ad fb? pngen bgt bisa berbagi cerita sma mbak… ini fb sya.. arda_ajah@yahoo.com.. add ya mbak,, atau sya yg akan add mbak.. answer please!

  8. ibel May 28, 2012 at 5:54 AM Reply

    Wow…. Ur story was great. I’m really proud having u as a colleague. Welcome to the airlines and See you onboard.

  9. rizka May 28, 2012 at 12:00 PM Reply

    dear ririn….thats really great story…im also proud being one of Airasia Allstars… and proud having u as a colleague… enjoy ur flight ririn…..✈

  10. Blackbird May 28, 2012 at 6:04 PM Reply

    Is this an English zone too? 4 thumbs up Rin…Great story, great attitude and safe flight as always…

  11. Parlindungan Marpaung May 29, 2012 at 9:44 PM Reply

    Surprise,
    Cerita yg mengharukan dan mengejutkan. Terkadang apa yg kita pikirkan tidak sama dengan yg orang lain rencanakan. Bahkan yg kita dan orang lain rencanakan tidak sama dgn yg TUHAN rencanakan. Itu sebabnya tetap rendah hati dan terus mengasah kompetensi.
    Wah, saya semakin yakin dan mantap menggunakan airline ini, seleksi karyawannya betul.betul luar biasa, mirip American Idol,..he..he..

    bravo Air Asia,
    Parlindungan Marpaung
    Penumpang di Bandung

  12. oak June 1, 2012 at 12:05 AM Reply

    u’r kewl mba ririn..thanks for the sharing :))

  13. Ms. Nathaleea Joku June 9, 2012 at 10:17 AM Reply

    Ririn..🙂
    cerita yg mengharukan.. tp membangkitkan semangadd..
    thanks for sharing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: