[Part 3] Cabin Crew’s Story: Proud of Being Part of AirAsia Allstars

Ririn is proud to be part of AirAsia Allstars

Kami mencari tempat makan, kami makan di rumah makan padang belakang Hotel, saya membuka sepatu berhak tinggi saya dan mamah menyiapkan sandal jepit berwarna biru favorit saya. Pada saat itu entah kenapa rasa Nasi Padang terasa sangat enak. Setelah makan, saya mencari mesjid, menghapus riasan wajah, sholat, dan tertidur sebentar. Saat terbangun, mamah masih berbalutkan mukena dan tangannya terbuka sambil berdoa. Inilah yang membuat saya selalu kangen pada mamah.

Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB, saya bergegas ke ruangan yang tadi ditentukan Mba Made bersama teman-teman yang baru saya kenal, yaitu Teh Ratna dan Mba Dian. Kami masuk ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat processor dan laptop. Saya pikir akan ada test lagi, ternyata kami semua disuguhkan video tentang AirAsia, mulai dari achievement hingga culture dari AirAsia sebagai sebuah perusahaan penerbangan, dan tentu saja penjelasan mengenai pekerjaan sebagai Flight Attendant atau pramugari.

Kami juga mendapat pengetahuan baru tentang perbedaan AirAsia dengan maskapai lainnya, mereka menerangkan juga tentang salary yang akan diterima oleh seorang flight attendant begitu maskapai tersebut merekrutnya. Tidak munafik, hal yang terakhir dijelaskan itu pun membuat saya semangat berkali-kali lipat. Bagaimana tidak? Saya hanya lulusan SMA, yang notabene sulit mencari pekerjaan bila hanya mengandalkan ijazah kelulusan terakhir. Namun bila bekerja di AirAsia bisa mendapatkan salary ‘wow’ seperti yang diterangkan itu?

Usai pemutaran video, ada sesi tanya jawab. Yang terakhir ada pengarahan untuk persiapan menghadapi test esok hari. Besok adalah Psikotest serta Test Unjuk Bakat (Talent Show). Seluruh rangkaian tes sejak awal hingga saya lolos ke tahap ini seluruhnya memakai Bahasa Inggris. Untuk tes besok, panitia menyarankan seluruh kandidat yang lolos untuk tampil beda. Rambut dihias, makeup harus lebih bagus, pakaian lebih gorgeous.

Saya pun memasuki ruangan tes untuk diabsen. Sebenarnya saya punya trauma tersendiri pada tahap psikotest, sebab sudah berulang kali saya gagal pada tahap ini saat mengikuti tahap seleksi pekerjaan di beberapa perusahaan yang pernah saya lamar dulu. Saya sempat sampai berkonsultasi ke tempat Psikotest Angkatan Darat, saya tanya pada petugas tes, “Adakah saya pantas menjadi seorang pramugari?”

Saya belajar mengerjakan soal-soal psikotest, saya telaah, saya beli buku panduan. dan saya rasa saya sudah cukup siap untuk menghadapinya. Saya percaya diri saja, kalau diterima sungguh sangat bersyukur, kalau tidak, ya mungkin saat itu bukan rezeki saya.

Tes dimulai. Saya mulai membaca lembar demi lembar dan soalnya jauuuuuh berbeda dengan soal yang saya kerjakan di perusahaan terdahulu. Semua soal berbahasa inggris dan setelah saya sadari ternyata itu Psikotest Bertaraf Internasional. Usai psikotest, saya belum bisa bernafas lega karena masih harus melanjutkan ke test TOEFL dan TOEIC. Otak saya mulai berasap. Saya pasrah. Akhirnya setelah 6 jam saya duduk di kursi panas, kedua tes itu pun selesai.

Ririn with the other AirAsia Allstars in the grooming class

Kami diberi waktu istirahat dan bersiap-siap unjuk bakat. Seluruh kandidat yang masih tersisa di hari itu dibagi ke dalam beberapa kelompok. Saat itu kelompok saya, Teh Ratna, Mba Dian, dan Tiar (sekarang bekerja sebagai pramugara Sriwijaya Air) membahas bakat apa yang harus kami tunjukan? NYANYI ! Ya, menyanyi satu-satunya hal termudah yang bisa dilakukan setiap orang. Tak peduli suara macam apa, yang jelas itu bisa terdengar bagus kalau dilakukan sama-sama. Kami pun berlatih di banyak tempat, mulai dari WC, di lobby, di rumah makan padang, di mana pun kami sempat berlatih ya kami lakukan. Hanya 1 jam lagi tersisa dan saatnya tampil tiba🙂

Kelompok kami tampil ke 4. Saya lupa berapa persisnya jumlah kandidat yang tersisa, yang jelas saat itu ada sekitar 25 orang dari jumlah awal kandidat sebanyak ± 300-400 peserta. Banyak yang menampilkan berbagai bakat yang sungguh menarik, seperti akting, menari, menjadi bintang iklan, dan lain sebagainya. Semuanya sangat kreatif. Akhirnya tiba giliran kami untuk menyanyi. Semua juri tersenyum setelah kami selesai menyanyi, sepertinya mereka terhibur. Lagu yang kami bawakan waktu itu adalah “Pilihlah Aku” dari Krisdayanti, tapi sebagian liriknya kami ganti sekreatif mungkin, hehehehe😀 Kelompok demi kelompok selesai, kami lalu keluar ruangan, setelah itu akan ada test selanjutnya, yaitu Final Screening.

Pada saat final screening, 4 kandidat dipanggil secara bersamaan. Di tahap ini kami ditanyai tentang pengetahuan umum, apa saja yang kami ketahui tentang dunia airline, khususnya AirAsia. Lalu kami diminta untuk berjalan, memutar, senyum, hadap kanan, hadap kiri, lalu kami keluar dan menunggu hasil pengumuman. Saat mendengar suara memanggil saya, “Number 2, please come!” saya begitu kaget. Apalagi wajah para interviewer sangat serius. Mereka menyuruh saya untuk mengikat rambut, lalu melepasnya lagi, Menyuruh menggunakan poni, lalu menjepitkan poni. Menyuruh senyum, berjalan, senyum lagi, dan jalan lagi. Begitu berulang-ulang sampai akhirnya Capt. Pujiono memuji saya. “You look so georgeous. You’re so Asian”

Ehhm.. so Asian? Apakah mungkin itu karena kulit saya yang gelap? Entahlah. Yang jelas saya senang. Saya keluar lagi untuk menunggu pengumuman berikutnya.
Setelah 30 menit, kami semua dipersilahkan masuk kembali. Muka kami padam pucat, putih pekat saat mendengar banyak wejangan dari Capt. Pujiono.

Ada banyak masukan positif yang kami dapat darinya. Tapi di antara banyak wejangan itu, ada satu ucapan beliau yang selalu saya ingat sampai saat ini.

“Even if you’re not good for someone’s eye, you must be good for others..”

Katanya, walaupun kamu tidak terlihat baik di mata seseorang, tapi kamu pasti baik di mata yang lain. *JLEB* Saya pun teringat kegagalan-kegagalan di masa lalu. Semua itu bagaikan sebuah film yang berputar kembali dalam benak saya. Sejuta pertanyaan seperti kenapa saya gagal, kenapa saya tidak lolos, dan banyak lagi. Ya, mungkin saya tidak baik di mata perusahaan itu, tapi mungkin saya terlihat jauh lebih baik di perusahaan ini.

Akhirnya pengumuman terakhir dibuat.
“The candidates who I call up, please stand in front of us…”
Mba Made pun memanggil 4 nama, saya lupa siapa saja mereka. Di mata saya, mereka sangat kompeten, lulusan perguruan tinggi, cantik, tampan, dan….

Ahhh, nama saya tak disebut…. Saya gagal. Saya gagal! Saya menundukkan kepala lesu, teringat mamah yang sedang menunggu di lobby. Saat ini dia pasti tertidur atau malah sedang berdoa. Atau mungkin sedang cemas dan khawatir? Sudah minumkah mamah? Sudah makan lagikah dia? Ini sudah jam 6 sore, hari semakin larut dan mamah masih menunggui saya.

“I’m so sorry, you guys are so good enough, let’s try and try again. Maybe this is not your luck, but we still wait for you to try our test again..” sambung Mba Made.

Haaaaahh??? Saya LOLOS lagi??? Saya LOLOS tahap unjuk bakat dan Final Screening???
Belakangan saya mengetahui bahwa sesi unjuk bakat itu sebetulnya untuk melihat keberanian kita di depan banyak orang. Bagaimana kepercayaan diri kita, tak peduli seberapa bagus bakat kita atau tidak. Sedangkan Final Screening itu adalah penilaian penampilan terakhir, sekiranya cocok atau tidak menjadi seorang Pramugari AirAsia. Walaupun begitu, tetap saja interviewer masih harus menunggu hasil Psikotest, TOEFL dan TOEIC.

Saya memeluk mamah lagi, Rasanya begitu senang bisa melihatnya lagi setelah usai test. Kali ini muka mamah terlihat sangat kelelahan. Itu karena dari langit masih gelap saat fajar hingga kembali gelap, mamah masih setia menunggu saya menjalani berbagai tahapan tes…

~ to be continued ~

FP’s Note: Are you a flight attendant? Have so many inspiring stories? Why don’t you share them with the wannabes here? Send your story and photos to forumpramugari@gmail.com with subject: Cabin Crew’s Story. Thank you for sharing😀

Tagged: , , , ,

7 thoughts on “[Part 3] Cabin Crew’s Story: Proud of Being Part of AirAsia Allstars

  1. RICKY June 6, 2012 at 11:49 AM Reply

    Interesting story. Can’t wait for Part 4, 5, ,6 and so on. lol

  2. Olivia June 6, 2012 at 1:28 PM Reply

    All the best for u, Ririn. U in a right choice. Semua lulusan IAA masuk ke berbagai airlines asing five star. Jadikan ini menjadi batu loncatan kamu. IAA adalah one of the best LCC airlines in the world, termasuk salary-nya loh. Salam ya buat mba Made n teman2 lain. Safe flight😉

  3. Benjamin Ardy June 11, 2012 at 4:07 PM Reply

    Dari pertama gw baca ceritanya Ririn bserta foto-foto Ririn… gw suka, Her smile shows she’s such a loveable, and cheerful girl🙂

  4. gina June 12, 2012 at 8:21 PM Reply

    ini kapan ?

  5. oak June 14, 2012 at 11:56 PM Reply

    beyond this amazing story lies profound emotions and efforts. sweet.

  6. Haris Al-Qatari November 23, 2012 at 9:23 PM Reply

    Rin, who’sTeh Ratna? Ratna purwati permana?? ex-yemenia FA? isn’t she? plz say my regard to her, Thks

  7. mentari June 7, 2013 at 11:56 AM Reply

    Buka Lowongan FA di palembang dong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: