[Part 2] Cabin Crew’s Story: Keep on Believing!

Di belakang Indah adalah Rheinfall, air terjun yang terkenal di Swiss

Percobaan pertama Qatar gue, waktu itu tesnya di Bali. Dan terakhir kali Qatar buka recruitment sebelum gue ikutan tes itu adalah 2 tahun sebelumnya, jadi ini bener-bener kesempatan yang langka banget karena gue nggak tahu kapan maskapai ini akan buka rekrutmen lagi.

Gue tau gue nggak punya uang buat terbang ke Bali hanya untuk ikut tes. Dan saat itu sedang long weekend, sehingga semua harga tiket pesawat dijamin jumawa! Gue tau, sulit bagi gue untuk ikut tes kali ini, tapi malam itu, gue ga bs tidur. Gue meyakini diri gue bahwa gue nggak mau menyesal di kemudian hari nanti hanya karena gue tidak pernah mencoba. Kalaupun memang nantinya gue harus gagal, gue nggak akan kecewa, because at least I’ve tried.

Nekat, gue pinjem duit temen buat beli tiket pesawat. Nggak ketinggalan, gue minta ijin nyokap. Beliau hanya bisa berserah karena tahu keinginan gue yang kuat. Gue tau sebenarnya beliau agak nggak setuju, tapi akhirnya berangkatlah gue ke Bali.

Day 1, CV submission. Gue langsung gagal di hari itu. Gue nggak dapet telepon sama sekali. Akhirnya gue pulang ke Jakarta, tanpa hasil. Hanya punya oleh-oleh jalan-jalan di Bali. Hahaahahahha…otak liburan emang nggak pernah hilang ya..

Suatu hari, gue kena alergi entah karena apa, tapi yang jelas muncul bentol-bentol merah dan gatal di badan gue. Kaki, tangan, punggung, dan leher sudah diobati dan gatalnya hilang, tapi tetap saja berbekas. Di situ gue sedih banget, sampai nangis ngeliatnya. Gue sedih karena sekarang kulit gue udah nggak mulus lagi. Gue merasa Allah sudah memberikan tanda bahwa sudah cukup bagi gue untuk ikut tes pramugari. Gue hanya bisa berdoa, meminta yang terbaik dari Allah. Gue yakin dan percaya, selalu percaya bahwa di atas semua hal, selalu ada cerita indah yang menunggu kita.

Indah bersama teman crew dari Romania sedang menikmati gelatto di Budapest, Hungary

Tamparan terbesar gue datang ketika mengikuti tes pramugari Royal Brunei Airlines. Udah mateng gara-gara nungguin antrian interviewnya, eh gue ditolak mentah-mentah dengan alasan, “Muka kamu terlalu banyak tahi lalatnya”.

Makjleeeeeeb!!!!

Di situ gue janji sama diri gue sendiri, gue nggak mau nyoba lagi. Sudah cukup! Then, gue kerja di AirAsia, sebagai ground service staff. Agak keki juga sih, karena gue berkali-kali nyoba peruntungan sebagai cabin crew di maskapai ini dan gagal melulu. Tapi untungnya gue enjoy kerja di sana karena suasana kerjanya memang fun banget.

Hingga akhirnya ada beberapa hal yang membuat gue ingin keluar, dan saat itulah kebetulan ada open recruitment Qatar Airways. Gue nyoba. Dan lolos! Dan lolos! Dan, alhamdulillah lolos lagi! Tapi kalo cuma sampe situ doang, di mana serunya kan?

Oke kita mulai dari lolos tahap satu. Gue sampai harus 3 kali ganti foto, karena foto yang gue kasih tidak sesuai dengan standar mereka. Di sini gue bermain dengan waktu. Gue punya banyak waktu, tapi mereka enggak. Gue inget banget kalo gue harus nyerahin foto itu sebelum jam 3 siang. Gue take foto yang pertama, bela-belain beli baju baru demi tampil kece di foto. Hahahaha, foto itu malah ditolak karena roknya nggak menutupi lutut dan menurut pihak rekrutmen, foto gue yang itu kurang mencerminkan diri gue. Dia merasa senyum gue dipaksakan di foto itu.

Dalam tahap ini, foto penting banget ya bok, karena foto itulah yang akan dilihat oleh manajemen di Doha. Mereka menilai kepribadian dan karakter kita dari selembar foto ukuran 4R. Dan waktu saat itu sudah menunjukkan jam 1 yaaaaa, Kebayang dong gue langsung buru-buru ke Plangi lagi buat foto ulang. Akhirnya gue balik lagi ke Plangi, foto ulang, akhirnya dengan mengenakan baju pertama gue, bukan dengan baju baru. Nunggu foto dicetak, dan begitu jadi langsung balik lagi ke venue buat nyerahin foto.

~ to be continued ~

FP’s Note: Are you a flight attendant? Have so many inspiring stories? Why don’t you share them with the wannabes here? Send your story and photos to forumpramugari@gmail.com with subject: Cabin Crew’s Story. Thank you for sharing.

Tagged: , , ,

13 thoughts on “[Part 2] Cabin Crew’s Story: Keep on Believing!

  1. dWi (@Ki_seKi) August 31, 2012 at 4:01 PM Reply

    makin gk sabar nunggu part selanjutnya, scara Qatar kn so far blm jelas kriteria yg lolos cv. submission spt apa hehe

    • dearmarintan August 31, 2012 at 4:09 PM Reply

      tenang aja, part 2-nya bakalan muncul hari senin tanggal 3 September.. udah aku bikin di automatic post kok, Wi, hehehehe.. maaf ya lama nungguin sambungan ceritanya :p

      • dWi (@Ki_seKi) September 4, 2012 at 9:24 AM

        haha just read it dear! thx buat postingan dan ceritanya dari Indah, sukses buat kita smua *aamiin*

  2. sanny August 31, 2012 at 4:30 PM Reply

    insipiring me , dtggu sisa ceritanya,,

  3. yani August 31, 2012 at 4:46 PM Reply

    halo fellas, besok aku mo ikut yg di cengkareng nih..tp masi bimbang..kalo tinggiku 168 dan beratku 50 itu ideal ga ya? takutnya kekurusan😥 mohon nasehatnya, kakak-kakak😀

  4. Paulla August 31, 2012 at 9:51 PM Reply

    Sebetulnya kriteria utama Qatar Airways itu apa sih? Ada batasan umur gak soalnya aku masih kuliah (tinggal nuggu wisuda pdhl) dan 2x ikut cv submission dan gagal. Tmn aku ad yg blg kalo batas umur di Qatar itu minimal 23thn. Is it right?

  5. gowinda August 31, 2012 at 10:35 PM Reply

    @ Intan: iya, Intan, aku juga ga sabar untuk nunggu kelanjutan cerita Indah. Secara aku pernah kirim message ke dia via FB untuk tanya2 tips supaya bisa lolos recruitment Qatar. Aku juga mengalami hal yang sama dengan Indah, pas Qatar recruitment test kemarin. Gagal di CV submission🙂

  6. Hilda Cahaya Puspita September 1, 2012 at 12:46 PM Reply

    @dear all, pa ada yg tau, bekas luka di lutut ngaruh bgt nggak ya buat proses rekruitmennta?😦

    • Niken Agita September 23, 2012 at 5:02 PM Reply

      @ Hilda Cahaya Puspita : Kaya nya sih ga ngaruh2 bgt ya klo bekas luka nya ga parah sih,tp ya kaya nya kembali lg sama maskapai yg mau kmu apply….(CMIIW),Btw ini hilda HI 08 bukan ya???

  7. melissa September 3, 2012 at 12:17 PM Reply

    ka yang di foto itu tingginya brapa ya?
    heheehe

    • dWi (@Ki_seKi) September 4, 2012 at 9:26 AM Reply

      iya tinggi brp ya? scara tinggi aq ngepas bgt 158 huhuhuhu..umur apalagi (ampir 30) LOL

  8. winda November 11, 2012 at 11:25 AM Reply

    subhannallah menginspirasi bgd cerita.nya mbak .. klo bsa post jga dng mba ftonya yang smpe bolakbalik ke studio fto kalo masih ada sihh hehe

  9. hafez May 16, 2013 at 1:32 AM Reply

    jadi engineer aj hehehehe😀 kidd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: