[Motivasi] Talk about Being ‘Galau’

Hampir setiap kali saya menanyakan lewat status Forum Pramugari, baik itu Facebook atau Twitter, kebanyakan menjawab pertanyaan “Apa kabar?” dengan kata-kata atau ekspresi yang kurang lebih sama, yaitu “galau”.

Galau kenapa? Saya pun penasaran dan menelusuri satu per satu penjelasan dari para pembaca setia forum ini. Ternyata, sebagian besar merasa galau karena belum bisa mewujudkan cita-cita sebagai seorang cabin crew / flight attendant.

“Cita-citaku dari kecil itu jadi FA. Tapi… Kapan ya bisa terbang?”

“Pengen sih jadi pramugari / pramugara, tapi kekuranganku banyak banget nih..”

“Aku kan berjilbab, mungkin nggak ya diterima jadi FA di maskapai itu?” dan masih banyak lagi seruan kegalauan yang serupa.

Saya mengerti. Sangat mengerti bagaimana perasaan kalian, yang masih on the ground. We are on the same boat, dears. Di forum ini ada banyak yang bercita-cita jadi cabin crew dengan berbagai halangan. Mulai dari berat dan tinggi badan yang masih belum ideal, masalah kulit (jerawat dan bekas luka, dll), bahkan ada pula yang nggak didukung oleh keluarga.

Daripada cuma galau doang, adalah lebih baik kalau kita memikirkan apa yang terbaik untuk diri kita (dan tentunya keluarga kita). Tanyakan pada diri sendiri, do you want it so bad? How far have you tried to get it?

Kalau memang kita pengen banget sesuatu, ya kita harus USAHA, BERDOA dan SABAR untuk ngedapetin apa yang kita pengenin itu. Prosesnya nggak mudah dan nggak menyenangkan, bahkan terkadang rasanya apa yang kita inginkan itu seperti sebuah mimpi saja. But hey! Even though this is your dream job, you gotta wake up and make your dream come true!

Bangun dari kegalauan supaya kita bisa bangkit segera! Terus nyoba, nyoba, dan nyoba lagi. Segala hal yang kalian takutkan itu juga menjadi ketakutan bagi orang lain yang juga bercita-cita sama. Penolakan-penolakan menyakitkan itu pun pernah dialami oleh semua orang, jadi jangan kecewa, berkecil hati atau merendahkan diri sendiri. If it’s possible for someone, it is possible for you, too! Hanya saja jalan dan rintangannya aja yang berbeda-beda.

Itu sebabnya saya membuat rubrik Cabin Crew’s Story. Untuk menyemangati semua orang yang bermimpi menjadi flight attendant. Bahwa ngedapetin ini nggak mudah, tapi bukan berarti nggak mungkin. Tujuannya supaya nggak gampang menyerah! Supaya nggak kelamaan nangis dan sakit hati! Supaya nggak keseringan iri dan mempertanyakan rejeki orang lain! Supaya melihat ke dalam diri sendiri dan mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki semua kekurangan diri!

Yang skeptis mungkin berkata, “Gampang sih kalo ngomong atau nulis doang… kenyataannya kan lain…”

Yes, indeed. Berbicara memang lebih mudah daripada melakukan. Tapi membicarakan hal yang positif pun tidak semudah yang dibayangkan. Lebih mudah bagi kita untuk cemberut, menyalahkan orang lain, sirik, dan membenci diri sendiri atas kegagalan yang berulang kali.

I’ve been through that phase, too. But I learn how to manage my emotions well and constantly ask for people’s help. This way, I’m improving myself. And I hope the same thing happens to FP readers. Stop questioning yourself or your capability and start doing anything possible to get you closer to your long-time dreams! As for me, I’m doing what I do best, writing and socializing. I know that my time will come, and yours as well, but we just don’t know when. So please do yourself a favor; NEVER GIVE UP!

*Note: This video below is one of my favorite all-time greatest hits. It’s “When You Believe” by Mariah Carey & Whitney Houston. Listen to this and believe!

Tagged: , , , , , , ,

8 thoughts on “[Motivasi] Talk about Being ‘Galau’

  1. ocakeeeen October 18, 2012 at 2:45 PM Reply

    that’s nice.. thank you for this blog and all motivation you give away.. xxx.

  2. wahyu diesel October 18, 2012 at 9:01 PM Reply

    saya berharap kepada para pengejar mimpi segera bertindak untuk mengejar impian tersebut kita boleh bermimpi namun bukan berarti kita harus tertidur pulas untuk menggapai mimpi tersebut “but do something” kejar impian tersebut jika anda tidak bisa mengejarnya dengan cepat tetaplah bergerak mengejarnya, karena dalam keadaan tetap bergerak anda dapat menciptakan kemajuan jauh lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali, salam sejahtera buat yang suka jalan2 di FP juga buat administrator, salam hangat😀

  3. Fadhila An nisaa (@DellaAsnawi) October 19, 2012 at 11:08 AM Reply

    memang ga ada peluang ya buat yang berhijab ,

    • Kurniawati atiew October 22, 2012 at 7:24 AM Reply

      Ada ko pramugari haji dan umroh kan berhijab

  4. handy prince October 22, 2012 at 7:59 AM Reply

    bener banget kata2 nya, lakukan yang terbaik hari ini, untuk hari esok yg gemilang.

  5. amalia bachri October 22, 2012 at 8:03 AM Reply

    mataku udh min 2 nih, kira-kira bisa keterima gak ya? oh iya untuk pramugari haji itu kriterianya apa aja ya? sama dengan pramugari biasa/tidak? thx🙂 yang tau tolong share ya.

  6. fenty laura December 13, 2012 at 4:07 PM Reply

    apapun kekurangan kita,kalo trs berusaha dan berdoa
    insya allah berhasil.SEMANGAT🙂

  7. Diki December 4, 2013 at 2:14 PM Reply

    Baru siang ini saya mendapat panggilan test seleksi tahap pertama menjadi pramugara GA. Rasanya senang namun juga takut. Senang karena flight attendant adalah salah satu pekerjaan impian saya semenjak kecil. Dulu kebanyakan anak lelaki (atau mungkin sampe sekarang) saat ditanya orang dewasa “mau jadi apa?” Jawaban terbanyak salah satunya “pilot!” Tapi berbeda dengan saya, dengan percaya diri saya jawab menjadi “pramugara!”.

    Jadi bisa dibayangkan bagaimana senangnya saya menerima invitation test tahap pertama. Dari banyaknya persyaratan TB/BB saya ideal dan di atas persyaratan, jenjang pendidikan sayapun s1, penampilan lumayan, tapi 1 yg bikin saya tidak percaya diri untuk menjalani test, wajah saya oily dan berjerawat. Dengan kata lain wajah saya gak seperfect camera 360 hehe.

    Di umur saya yang sudah di atas 23thn saya sadar betul bahwa kesempatan ini cukup berharga. Tp disisi lain saya sadar dan tau diri bagaimana ketat dan selektifnya untuk syarat wajah tidak boleh ada bekas jahitan, cacat, dan noda/JERAWAT. Honestly saya udah fight masalah kulit ini dari jaman sekolah, terkadang bersih dan terkadang ‘panen’. Berbagai alternatif dokter dll sudah berganti ganti, namun hasilnya sama aja. Karena memang kulit saya yg oily ini ya memang jerawat aka. Selalu datang even sudah perawatan (apalagi ga dirawat). Fyi mungkin pada ngebayanginnya parah ya, hehe to gak separah itu kok jerawatnya.

    Betul, kalo pramugara/i bukan foto model/artis yg wajahnya di gunakan untuk kepentingan camera/video. (Tp foto model aja pasti di touch up pake photoshop kok untuk print add dll :p), pramugara/i lebih dituntut untuk lebih ke sisi menarik dan personality yg baik krn akan bertemu lsg dgn ratusan orang yg berbeda dalam 1 hari dan sebenernya ini lebih menantang dan realistis. Cuman ya itu tadi karena saya sadar diri dan tau betul ketatnya kriteria jujur saja lebih baik mundur dari mimpi masa kecil itu dan lebih fokus pada pekerjaan sesuai study saya.

    Terkesan kalah sebelum berperang tapi secara logis bagaimana bisa maju ke medan perang bila senjata dan jubah perangpun gak ada? Saya lebih berfikir pada logika dan persentase change saya dalam bidang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: